A.
MAKALAH
PELUANG LULUSAN SMK DI DUNIA KERJA
OLEH
SAPTO
WICAKSONO, ST
NIP
197602062009031003
SMK
NEGERI NGRAHO
JALAN
RAYA 613 NGRAHO, BOJONEGORO
2013
DAFTAR ISI
Halaman
Judul
Daftar
Isi
Lembar
Pengesahan
Pendahuluan
Profil
lulusan SMK
Mengapa
sulit bersaing di dunia kerja
Penutup
Ketrampilan
yang harus dikuasai
Daftar
pustaka
PENDAHULUAN
Perkembangan
industri di Indonesia tidak seimbang dengan pencari kerja yang tiap tahun
selalu bertambah prosentasenya. Menurut data pencari kerja di Jawa Timur pada
tahun 2013 sudah mencapai 819.958 orang dengan rincian lulusan SI sebesar 12,74
%, lulusan SMA 33,55 %, lulusan SMK 17,06 %, lulusan SMP 36,65 % . Data Nasional lulusan SMK
menyumbang angka pengangguran sebesar 13 %.
Sebenarnya
pada tahun 2013 ada sekitar 5,47 % lowongan yang tidak terisi, hal itu
disebabkan oleh ketidakcocokan lowongan dengan harapan dan
keterampilan serta kualifikasi pencari kerja, tidak sampainya informasi ke
pencari kerja atau habisnya batas waktu pemenuhan lowongan dan ketidakcocokan
jenis/lokasi pekerjaan dengan harapan pencari kerja serta dampak pengetatan /
moratorium serta kondisi perekonomian secara makro.
Kompetensi
para pencari kerja terutama lulusan SMK belum dapat diandalkan. Hal itu dapat
terjadi karena selama ini masih ada anggapan kalau lulusan SMK itu yang penting
bisa lulus. Jadi tidak mempunyai skill tambahan. Sebagai contoh misalkan
lulusan SMK jurusan Otomotif, anak tersebut sudah merasa cukup kalau sudah
menguasai Otomotif. Padahal sekarang ini banyak perusahaan yang menuntut
karyawannya untuk menguasai berbagai bidang keahlian. Anak lulusan Otomotif
yang dapat bahasa Inggris dapat menguasai IT tentu lebih tinggi nilai jualnya
daripada anak lulusan Otomotif yang hanya menguasai bidang otomotif saja.
Begitu juga dengan jurusan – jurusan yang lain.
Oleh
sebab itu janganlah cepat puas dengan hanya menguasai satu bidang keahlian
saja. Jadilah lulusan yang multi talenta, dengan menguasai berbagai bidang ilmu
/ keahlian maka nilai jual lulusan tersebut di perusahaan akan semakin tinggi.
Di samping itu juga mempunyai sikap dan nilai – nilai luhur yang harus tetap
ditanamkan.
B.
PROFIL
LULUSAN SMK
Lulusan
SMK diharapkan dapat menjawab kebutuhan pasar terhadap tanaga kerja di
Indonesia ternyata juga masih belum dapat diharapkan, menurut data
Republika.com “ hanya sekitar 40 % lulusan SMK yang lulus langsung dapat
bekerja “ jadi tidak ada separoh dari jumlah lulusan SMK. Hal ini disebabkan
oleh kurangnya kompetensi yang dimiliki oleh lulusan yang menjadi standart
perusahaan.
Perusahaan
tentu mematok kompetensi standart yang tinggi bagi setiap calon tenaga kerja /
karyawannya untuk meningkatkan produktifitasnya. Karena tuntutan perusahaan
seperti itu maka sebagai sekolah vokasi yang bertujuan menyediakan tenaga kerja
harus menyediakan lulusan yang mempunyai kompetensi yang dibutuhkan di pasar kerja.
Di
abad sekarang ini pekerja tidak hanya dituntut untuk mempunyai kemampuan dalam
bidang pekerjaannya saja, tetapi sudah harus memiliki kemampuan memiliki
pemikiran yang terintegrasi, komunikator yang handal, cerdas emosional, mampu
bekerja dalam tim dan beretika.
Sekolah
SMK diharapkan dapat mengintegritas kedua komponen tersebut, yaitu setiap
lulusan sudah mempunyai kemampuan hard skill dan soft skill. Hard skills
merupakan persyaratan minimal bagi seseorang untuk memasuki bidang pekerjaan
tertentu, sedangkan soft skills akan menentukan pengembangan diri dalam
pekerjaan.
Oleh
karenanya menjadi tantangan dunia pendidikan termasuk SMK untuk mengintegrasikan
kedua macam komponen tersebut secara terpadu dan tidak berat sebelah agar mampu
menyiapkan SDM utuh yang memiliki kemampuan bekerja dan berkembang di masa
depan.
Paling
tidak terdapat tiga aspek mendasar dalam mengintegrasikan soft skills dalam proses
pendidikan/pembelajaran termasuk di SMK yaitu : (a) integrasi soft skills dalam
pengembangan kurikulum, (b) integrasi soft skills dalam proses pembelajaran,
dan (c) integrasi soft skillsls dalam iklim dan budaya sekolah. Melalui ketiga
aspek tersebut diharapkan SMK mampu menghasilkan lulusan paripurna yang
memiliki kemampuan utuh berupa hard skills yang terintegrasi dengan soft skills
yang diperlukan dalam kehidupannya.
C.
MENGAPA
SULIT BERSAING DI DUNIA KERJA
Di era globalisasi
keberadaan SMK tentu juga sangat menguntungkan bagi dunia kerja / perusahaan.
Dimana SMK sebagai sekolah penyedia tenaga kerja dan dunia kerja / perusahaan
sebagai pengguna lulusan dari sekolah. Sekolah mempunyai harapan setiap lulusan
yang dihasilkan mampu diserap dunia kerja, begitu juga perusahaan juga berharap
bisa menyerap tenaga terampil, handal
dan mempunyai sikap, mental. motivasi, kerjasama yang bagus dari
dunia pendidikan.
Tetapi hal itu tidak
sesuai dengan yang diharapkan, sekarang ini banyak perusahaan yang justru
kebingungan untuk mencari tenaga kerja yang sesuai kualifikasinya. Perusahaan
memang berhak memilih tenaga kerja yang handal dan sesuai kualifikasi yang ditetapkan perusahaan tersebut.
Dan sekarang ini masih
banyak lulusan SMK yang tidak percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki
sehingga pada waktu rekruitment perusahaan. Padahal perusahaan biasanya memilih
tenaga kerja yang berani menjual dirinya dengan kemampuan yang dimilikinya.
D.
KETRAMPILAN
YANG HARUS DIKUASAI
Pendidikan
tradisional yang menekankan bahwa dalam bekerja seseorang harus menguasai /
memiliki pengetahuan ang tinggi tentang bidang pekerjaannya, sekarang tidak
lagi mencukupi. Seseorang harus memiliki yang namanya kompetensi kerja yang
meliputi : (1) Knowledge yaitu ilmu yang dimiliki individu dalam bidang
pekerjaan tertentu. (2) Skill yaitu kemampuan unjuk kerja fisik dan mental. (3)
Self concept yaitu sikap individu nilai – nilai yang dianut serta citra diri. (4)
Traits yaitu sikap respon yang konsisten atas situasi atau informasi tertentu
dan ( 5 ) Motives yaitu pemikiran atau niat dasar yang mendorong individu untuk
bentindak dan berperilaku tertentu.
Skill
dan knowledge sering disebut hard skill, sedangkan self concept, traits dan
motives disebut soft skill. Berikut urutan kompetensi utama yang dibutuhkan
oleh industri adalah Jujur, Disipilin, Komunikasi, Kerja sama dan Penguasaan
Bidang Studi. Dilihat dari urutan
tersebut jelas bahwa teryata hard skill menjadi urutan paling akhir, menjadi
tidak bermakna apabila tenaga kerja mempunyai hard skill yang bagus tetapi soft
skillnya buruk. Hal ini dapat dilihat di iklan – iklan perusahaan yang banyak
mensyaratkan kemampuan soft skill seperti team work, komunikasi, interpersonal
relationship dalam rekruitmen karyawannya.
E. PENUTUP
Sekarang
semakin jelas bahwa untuk bersaing di dunia industri hard skill saja sekarang
ini tidak cukup, harus didukung dengan soft skill. Dengan soft skill yang bagus
dengan sendirinya akan meningkatkan kemampuan kompetensi yang lain. Di sekolah
kompetensi soft skill sudah ditanamkan melalui pendidikan karakter yang
terintegrasi di dalam kurikulum 2013. Semoga dengan menjalankan pendidikan
karakter ini akan menghasilkan lulusan yang dapat bersaing di dunia kerja.